whahahhaha….
ujian… udah selesai niyh…

doain iia,  naq trigono nilainya bagus bagus semua

ntar lagi kita bakalan liburan lagi ke jakarta…(remember;barengbareng), enak gile… oiia sang ketua jalan-jalan kita akhirnya bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.. duh thanks iia afrian,,,,,

doain iia, smoga kita smua bner-bner have fun, akan yang terjadi smuanya,

kunjungi juga twitter pemilik blog ini, di twitter.com/itsrealme

oke!!!! jangan lupa iia..

hwahahahahahhahahaha, gak ngerti qan??? kenapa tulisan ini dimulai dengan ketwaa itu?????

YA eyalah, Never Ending Happy, Satu Kebahagiaan adalh motto terbaru dari trigonomatriezz, kita naq trigono spakat buat bikin motto ini karena kita semua gak akan ada habisnya untuk ketawa,  dan bahagia bersama,,,, karena naq trigono itu “SATU HATI, SATU JIWA, SATU KEBAHAGIAAN, TRIGONOMATRIEZ NEVER ENDING HAPPY”

1hati

1jiwa

1kebahagiaan

TRIGONOMATRIEZ

NEVER ENDING HAPPY

1hati

1jiwa

1kebahagiaan

TRIGONOMATRIEZ

NEVER ENDING HAPPY

1hati

1jiwa

1kebahagiaan

TRIGONOMATRIEZ

NEVER ENDING HAPPY

1hati

1jiwa

1kebahagiaan

TRIGONOMATRIEZ

NEVER ENDING HAPPY

Hooooohohohohoho

anaq2 trigono ge sbuk smua nich…… males deh……… abisnya lbur….. enak tahu klas 3 lbur UN, kita  yang kcipratan untung tapi anq kelas 3kcipratan ruginya… huhuhuhuhu. makasih ya naq klas 3,,,,,,, tapi,,,, abis ini anaq kelas 3 itu pada lbur lebih dari sbulan…higz,higz,higz, kasian bgd deh qta……..

tapi kita yakin mereka ga bakalan tenang deh libur, mereka pasti sibuk buat nyiapin SPMB versi batu yang namanya diganti sama SNM-PTN, ngapain coba nuker-nuker nama jadi makin bribet udah bagus namnya SPMB eh malah dituker, du ile pak-pak,,,, aneh aneh aja niyh……

oiiiia sabtu kmaren hari goro menjelang UN, naq trigono pada nobar(NONTON BARENG) yg cewek di rumahnya NANA BELEL, yang cowok nonton ke Bioskop, gile totontonnnya pasti smua udah pada tahu dehhh

filmnya dewi persik yg geeela abis TPP(T*** P***** P******) Pasti pada tahu deh…

g usah muna deh….

tapi ya itulah trigono, kompak, saling mencintai, n keren abies….. of course kita semua saling setia….

mau gimana agi.., ya..

kekompakan kita niyh..

Mau tahu apa artinya SIN, COS , TAN buat kita smua naq trigono????????

SIN=CINTA(naq-naq trigono i2 slaing mncintai*, saling menyayangi penuh dengan kehangatan didalamnya naq2 trigono i2 saling support untuk selalu jadi yang terbaik, terdepan dan selalu memenangkan CLASS AWARD ya… smoga kecintaan trigono itu selalu terjalin sampai kapanpun)

COS=KOMPAK(kekompakan anaq trigono i2 gak akan tertandingi kita i2 saling menigisi, kekurangan masing-masing bukan berarti kita juga ngasih contekan pas ujian tapi you know… kita saling ngajarin sebelum ulangan. kompak kita itu kayak ikan sama air**)

TAN=TEMAN YANG SETIA(teman yang setia i2 adalah teman yang selalu ngingetin saat kita smua salah, dan selalu ngebetulin kalau kita itu emang bner… kita i2 juga setia niyh….untuk saling ngejaga rahasia kita semua…coz satu aja anaq trigono malu kita smua juga malu…)

*=bukan brarti negatif

**=duile….. kompak e=banged(emang iya)

jiiiiele………..

trnyta yg namanya mw nampil itu tetep aja deg-degan!!!!!!!!!!!!!sumpe de!!! ntar lagi mw nampil di lapangan hijau smansa tercinta,,,, duh gila ya… tgang, nervous, seneng, cwampur aduk deh rasanya. kmaren neeh tanggal 1 april kan kita libur coz naq klas 3 lagi sibuk PRA-UN niyh, slamed ya klas 3 didoain kok smoga berhasil sil sil sil!!! deh!!! woy……. ternyata yang namanya kekeluargaan, kekompakan itu cuman bisa dicapai dengan jalan-jalan bareng sekelas….. duwh kmaren niyh ya… naq naq trigono semua jalan jalan bareng abiz latihan operet kita niyh…..

kmaren tuwh kita jalan-jalan ke Taman Budaya(of course lah… itu kan tempat latihan kita) abiz tuwh skitar jam 2 an kita jalan-jalan lagi buat cari makanan enak tapi murah tapi juga berkelas, tapi juga gak ngebosenin, gila ya…. tw ga’ kmaren kita nentuin tempat makan aja ampe abiz waktu skitar 1 jam, duh pastinya udah bisa mikir dun…. gimana lapernya kita….(kita???? loe aja kali, gue engga’ (woi gile kaya’ niruin eko patrio aja nih ma ruben onsu di acara superstar)) oiiia klas kita juga lagi demam yang namanya acara IDOLA CILIK di rcti …. gila bo”’ anak kelaz 1 sma masih suka ma IDOLA CILIK duwh biasa aja lage… yah….

duwh tenetunya masih banyak lagi cerita tentang naq2 trigono yang pastinya gile abiz…….

Sbagai bukti naq trigono i2 beriman maka….. inilah suatu naskah tenatang islam…yang dikutip dari hidayatullah.com

Kirim halaman ini melalui E-mail
Selasa, 05 februari 2008
var sburl9628 = window.location.href; var sbtitle9628 = document.title; var sbtitle9628=encodeURIComponent(“Kebangkitan Islam dengan Ilmu Bukan dengan Harta”); var sburl9628=decodeURI(“http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6301″); sburl9628=sburl9628.replace(/amp;/g, “”);sburl9628=encodeURIComponent(sburl9628);

Banyak orang silau dengan harta. Seolah-olah bangkitnya umat ini dimulai dari harta. Padahal kebangkitan Islam dimulai dari ilmu

Oleh: Nuim Hidayat *

ImageSuatu saat Sayyidina Ali didatangi beberapa orang dan menanyakan manakah yang lebih mulia ilmu atau harta. Ali ra menjawab: Lebih mulia ilmu. Ilmu menjagamu, harta kamu harus menjaganya. Ilmu bila kamu berikan bertambah, harta berkurang. Ilmu warisan para Nabi, harta warisan Firaun dan Qarun. Ilmu menjadikan kamu bersatu, harta bisa membuat kamu berpecah belah dan seterusnya. Dalam sejarah hidupnya Sayyidina Ali –juga Abu Bakar, Umar, Ibnu Abbas dan para sahabat yang lain—lebih menyibukkan diri mencari ilmu, berdakwah dan berjihad daripada mengumpulkan berkarung-karung uang/emas. Sayyidina Utsman dan Abdurrahman bin Auf yang terkenal dengan kekayaannya pun selalu ingin mendengar ilmu dari Rasulullah saw, meskipun ia seorang milyarder yang sukses dalam berbisnis.

Generasi yang berilmu atau tradisi masyarakat berilmu ini telah diproklamirkan Rasulullah saw semenjak ayat Al-Quran yang pertama turun. Ayat Iqra’, bacalah, telah mengubah sahabat-sahabat Rasulullah dari orang-orang jahiliyah yang suka mabuk-mabukan, main perempuan, berleha-leha, menipu, egois dengan harta menjadi orang-orang yang senang dengan ilmu pengetahuan dan berakhlak mulia. Mengubah generasi-generasi Arab jahiliyah yang tidak diperhitungkan dalam pergolakan dunia, menjadi pemimpin-pemimpin dunia yang disegani di seluruh kawasan dunia saat itu.

Tradisi baca dan tulis-menulis begitu hidup saat itu. Tiap ayat Al-Quran turun, Rasulullah saw. memerintahkan kepada sahabat dekatnya untuk menulis, Zaid bin Tsabit, Ali bin Abi Thalib dll. Bahkan tradisi membaca dan menulis ini menjadi simbol kemuliaan seseorang.

Rasulullah saw menugaskan Abdullah bin Said bin al Ash untuk mengajarkan tulis menulis di Madinah. Juga memberi mandat Ubadah bin as Shamit mengajarkan tulis menulis ketika itu. Kata Ubadah, bahwa ia ia pernah diberi hadiah panah dari salah seorang muridnya, setelah mengajarkan tulis menulis kepada Ahli Shuffah. Saad bin Jubair berkata: “Dalam kuliah-kuliah Ibn Abbas, aku biasa mencatat di lembaran. Bila telah penuh, aku menuliskannya di kulit sepatuku, dan kemudian di tanganku. Ayahku sering berkata:” Hapalkanlah, tetapi terutama sekali tulislah. Bila telah sampai di rumah, tuliskanlah. Dan jika kau memerlukan atau kau tak ingat lagi, bukumu akan membantumu.” (lihat Prof. Mustafa Azami, 2000)

Semangat mereka dalam memburu ilmu pengetahuan makin tinggi, berkat pemahaman terhadap Al-Quran yang banyak ayat-ayatnya mendorong agar Muslim senantiasa menggunakan akalnya. Ibnu Taimiyah meriwayatkan bahwa banyak sahabat yang tinggal di asrama untuk mengikuti madrasah Rasulullah. Menurut Ibnu Taimiyyah, jumlah orang yang tinggal di dalam Suffah (asrama tempat belajar), mencapai 400 orang.

Menurut Prof. Azami, Rasulullah mempunyai sekitar 65 sekretaris yang bertugas menulis berbagai hal khusus. Khusus menulis Al-Quran: Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Utsman bin Affan dan Ubay bin Kaab. Khusus mencatat harta-harta sedekah: Zubair bin Awwam dan Jahm bin al Shalit. Masalah hutang dan perjanjian lain-lain: Abdullah bin al Arqam dan al Ala’ bin Uqbah. Bertugas mempelajari dan menerjemahkan bahasa asing (Suryani): Zaid bin Tsabit. Sekretaris cadangan dan selalu membawa stempel Nabi: Handhalah (lihat “Kuttabun Nabi”, Prof. Mustafa Azami).

Generasi selanjutnya, seperti Jabir ibn Abdullah ra menempuh perjalanan sebulan penuh dari kota Madinah ke kota ‘Arisy di Mesir hanya demi mencari satu Hadits. Ibnu al-Jauzi menulis lebih dari seribu judul. Imam Ahmad pernah menempuh perjalanan ribuan kilomater untuk mencari satu Hadits, bertani untuk mencari rezeki dan masih membawa-bawa tempat tinta pada usia 70 tahun. Imam al-Bukhari menulis kitab Shahih-nya selama 16 tahun dan selalu sholat dua rakaat setiap kali menulis satu Hadits, serta berdoa meminta petunjuk Allah. Sehingga karyanya menjadi contoh teladan, tujuan para ulama dan pemuncak cita-cita. Imam Nawawi (w. 676 H), penulis Kitab Riyadhush Shalihin, al-Majmu’, dan Syarah Shahih Muslim, disebutkan bahwa beliau setiap hari belajar 8 cabang ilmu dari subuh sampai larut malam.

Kejayaan dan Kejatuhan Bangsa

Dalam masalah tradisi ilmu ini, Prof. Wan Daud menyatakan bahwa kejayaan atau kejatuhan suatu bangsa tergantung pada kuat atau tidaknya budaya ilmu pada bangsa itu. “Pembinaan budaya ilmu yang terpadu dan jitu merupakan prasyarat awal dan terpenting bagi kesuksesan, kekuatan dan kebahagiaan seseorang dan suatu bangsa. Suatu individu atau suatu bangsa yang mempunyai kekuasaan atau kekayaan tidak bisa mempertahankan miliknya, atau mengembangkannya tanpa budaya ilmu yang baik. Malah dia akan bergantung kepada orang atau bangsa lain yang lebih berilmu. Kita telah melihat sendiri betapa beberapa negara minyak yang kaya-raya terpaksa bergantung hampir dalam semua aspek penting kehidupan negaranya kepada negara lain yang lebih maju dari segi keilmuan dan kepakaran. Sedangkan unsur lain, yaitu harta dan tahta, bersifat eksternal dan sementara. Keduanya bukanlah ciri yang sejalan dengan diri seseorang atau suatu bangsa tanpa ilmu yang menjadi dasarnya. Sebaliknya jika ilmu terbudaya dalam diri pribadi dan masyarakat dengan baik, maka bukan saja bisa mempertahankan dan meningkatkan lagi keberhasilan yang ada, malah bisa memberikan kemampuan untuk memulihkan diri dalam menghadapi segala kerumitan dan tantangan,”papar Guru Besar ISTAC ini.

Hanya orang-orang yang rabun pemikirannya yang menyatakan bahwa kejayaan atau kemunduran suatu individu atau bangsa karena harta atau kekayaan. Bangsa Brunei, Kuwait dan Arab Saudi yang kaya raya, kenyataannya tidak menjadi bangsa yang hebat, maju atau disegani dunia. Orang-orang Baratlah dengan pengetahuannya, yang ‘menyetir’, mengeksplorasi sumber-sumber daya alam yang kaya di Saudi, Kuwait dll. Bahkan juga bisa dibilang ekonomi dan politiknya. Ada pepatah Barat “Money Will Follow”.

Tentu, kejayaan ilmu sekuler, meski bisa menguasai teknologi dan peradaban manusia, ia tidak dapat memberikan kebahagiaan jiwa manusia. Karena landasan keilmuan mereka memang dibangun dari kegelisahan jiwa, keragu-raguan dan tidak pernah mengalami keyakinan. Sehingga kita lihat meski telah mengalami kemajuan teknologi, Barat tidak dapat mengobati penyakit jiwa manusia. Banyak orang Barat yang pintar tapi jahat atau pintar tapi curang, culas dan lain-lain. Seperti sistem ekonomi dan politik dunia yang bekerja saat ini pun yang dibangun dengan penjajahan (Iraq, Palestina, Afghan dll) dan pemiskinan negara-negara berkembang (World Bank, PBB, IMF dll).

Penguasaan individu atau masyarakat kepada ilmu-ilmu Keislaman dan ‘ilmu-ilmu umum’ yang berpadu dengan Islamlah yang akan mengantarkan kejayaan sebuah bangsa. Peradaban Islam yang berdiri ribuan tahun telah membuktikan semuanya. Dan kini kita meninggalkan jejak, sejarah dan budaya kita sendiri, meniru-niru jejak Barat yang mengagung-agungkan materi dan keduniaan.

Padahal Al-Quran mengingatkan bahwa persatuan/kemajuan bangsa yang sejati adalah dengan aqidah Islam, bukan dengan harta benda. Termasuk dalam organisasi dan partai, orang bisa dipersatukan dengan harta atau ideologi (aqidah Islam). Firman Allah SWT: “Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 8:63)

* Penulis adalah mantan aktifis LDK IPB-Bogor

waduw……

pgelaran gw dah mw dked,,,, gyla….. g nyangka ya smansa padang twu…

masa,,,,,, operet durasi 55 menit mwu dpotong jadi 15 mnit….. waw,,,,,,,,,,,,,,,,,,

kurangin 40 menit……

mw cerita apa cuba….. wong mestinya operet dikasih waktu lama eeeee ini malah…….

15 menit doank……….. kok disamain sama band sih bu????????

oiiiia ni blog merupakan website rezmi trigonomatriez yaitu

KELAS X.3 SMAN 1 PADANG

kepanjangan trigonomatriez sendiri gue juga ga’ terlalu hapal coz yang kasih nama bukan gue…

yang ngasih nama trigonomatriez namanya nana…. ntar gue tanyain deh…. ma dya…

ok????

wua….. hari jum’at neiy kita smua berupaya supaya ga tepar abiz latihan operet juga dengerin cd hasil dubbing-an rabbu kmaren….

ternyata baguz juga…. suara kita(maap kalo kita geer ya..)

tapi emank iya kok…..

ya uda doaiin ajja smogga opppperret kelas gue jadi yang terbaik….dan tentunya bisa tampil di perpisahan….

ok!!!!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.